‎KONFERENSI PENINJAUAN KE-11 PERJANJIAN NON PROLIFERASI SENJATA NUKLIR (NPT)

“Informasi ini berasal dari konferensi pers hibrida yang diadakan oleh Grossi di PBB pada tanggal 29-30 April 2026.” 

‎Media www.rajawalisiber.com – Berdasarkan informasi terbaru per April 2026, Rafael Mariano Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengadakan konferensi pers dalam rangka Konferensi Peninjauan Kesebelas (11th Review Conference) Para Pihak Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) yang berlangsung di New York.

‎Berikut adalah poin-poin penting dari posisi dan pernyataan Grossi pada konferensi tersebut:

‎Pentingnya NPT di Tengah Ketegangan Global: Grossi menegaskan kembali bahwa NPT adalah “suar kepastian” (beacon of certainty) di dunia yang norma internasionalnya semakin menipis. Ia mendesak negara-negara anggota untuk memperbarui komitmen mereka terhadap rezim non-proliferasi di tengah meningkatnya risiko bencana nuklir yang disamakan dengan tingkat tertinggi Perang Dingin.

‎Peran IAEA: Grossi menekankan peran sentral IAEA dalam memverifikasi penggunaan material nuklir secara damai dan memastikan bahwa material tersebut tidak dialihkan untuk tujuan militer melalui sistem pengamanan (safeguards) yang tegas dan adil.

‎Konteks Konflik: Ia menyoroti bahwa perang telah kembali ke Eropa dan Timur Tengah, yang menempatkan kerangka kerja multilateral di bawah tekanan besar.

‎Keamanan Fasilitas Nuklir: Dalam konteks situasi keamanan yang tegang (termasuk Iran dan Ukraina), Grossi menegaskan kesiapan IAEA untuk memantau situasi secara ketat dan mencegah dampak radiologis yang serius.

‎‎Konteks NPT 2026: Konferensi ini, yang berlangsung dari 27 April hingga 22 Mei 2026, dipandang sebagai momen krusial untuk menegaskan kembali komitmen terhadap NPT, mengingat kegagalan atau hasil yang lemah dari tinjauan sebelumnya dapat memecah belah masa depan rezim tersebut.

‎Catatan Redaksi: Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Mariano Grossi, mengadakan konferensi pers hibrida pada 29 April 2026 di markas besar PBB, New York, berkaitan dengan Konferensi Peninjauan Kesebelas Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

‎Berikut adalah poin-pun utama dari pernyataan dan konferensi pers tersebut:

‎NPT sebagai “Mercusuar Kepastian”: Grossi menyebut NPT sebagai instrumen hukum internasional yang vital dan “mercusuar kepastian” di tengah meningkatnya ketegangan global, fragmentasi internasional, dan peperangan.

‎Risiko Nuklir Tertinggi: Ia memperingatkan bahwa risiko bencana nuklir saat ini telah meningkat ke level yang tidak terlihat sejak puncak Perang Dingin, terutama karena konflik di Eropa (Ukraina) dan Timur Tengah.

‎Tantangan Proliferasi: Grossi menekankan bahwa mencegah tren proliferasi nuklir adalah tantangan terbesar saat ini. Ia menegaskan kembali pentingnya sistem perlindungan (safeguards) IAEA untuk memastikan material nuklir tidak dialihkan untuk tujuan militer.

‎Keamanan Fasilitas Nuklir: Dalam konteks konflik yang sedang berlangsung, ia menegaskan prinsip bahwa tidak ada pembangkit listrik tenaga nuklir yang boleh menjadi target aktivitas militer.

‎Transparansi Program Nuklir Iran: Grossi juga menyoroti perlunya transparansi penuh dari Iran terkait program nuklirnya dan menyatakan harapannya untuk segera melakukan kunjungan guna menormalisasi kontak serta membangun kepercayaan.

‎Konferensi Peninjauan NPT ke-11 ini sendiri dijadwalkan berlangsung dari 27 April hingga 22 May 2026.

Sumber Perserikatan bangsa-bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *