‎PAPARAN LIMBAH B3 BERBAHAYA TELAGA NGIPIK KAWASAN INDUSTRI GRESIK (KIG)

“Telaga Ngipik berfungsi krusial bagi PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) karena air dari telaga ini diolah melalui fasilitas Water Treatment Plant (WTP) milik KIG menjadi pasokan air bersih siap pakai untuk seluruh tenant industri di kawasan tersebut. Selain menjadi infrastruktur industri, areanya juga dioptimalkan sebagai oase hijau dan tempat wisata (Taman Wisata Giri Wana Tirta).” 

‎

‎Media www.rajawalisiber.com – Paparan logam berat dari limbah industri (B3) di Telaga Ngipik, Gresik, memicu ancaman kesehatan fisik yang serius sekaligus beban psikologis (psikis) yang mendalam bagi masyarakat sekitar. Telaga Ngipik, yang awalnya merupakan bekas lahan tambang tanah liat, kini dikelilingi oleh aktivitas industri padat dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Kondisi ini meningkatkan risiko rembesan zat kimia berbahaya ke badan air.

‎Paparan Logam Berat Limbah B3 di Telaga Ngipik, Sejumlah penelitian lingkungan di kawasan tersebut mengonfirmasi adanya kandungan logam berat yang melebihi batas aman, di antaranya:

• Kadmium (Cd): Merupakan polutan utama yang ditemukan di Telaga Ngipik. Logam berat ini bersifat toksik dan persisten (tidak dapat terurai).

‎• Bioakumulasi pada Rantai Makanan: Zat kimia berbahaya ini terserap oleh plankton, dikonsumsi oleh ikan di telaga, dan akhirnya menumpuk di tubuh manusia yang mengonsumsi ikan tersebut.

‎• Risiko Fisik: Dalam jangka panjang, akumulasi kadmium di dalam tubuh dapat memicu kerusakan organ vital, terutama hati dan ginjal, serta meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah.

‎Dampak Psikologis dan Psikis Masyarakat, Pencemaran lingkungan yang masif di kota industri seperti Gresik terbukti tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menyerang kesehatan mental (psikis) warga setempat. Berdasarkan studi sosiologi lingkungan dan psikologi perkotaan, berikut dampak psikis yang nyata dirasakan masyarakat:

‎Eco-Anxiety (Kecemasan Ekologis Konstan): Warga mengalami kecemasan kronis dan ketakutan jangka panjang terhadap kesehatan mereka serta masa depan anak-cucu akibat paparan limbah yang tidak terlihat namun mematikan

‎Stres Psikologis Akut & Ketidakberdayaan: Muncul rasa tidak berdaya (helplessness) yang meluas di kalangan masyarakat (mencapai lebih dari 45% pada beberapa studi area industri Gresik) karena merasa tidak mampu melawan dominasi pencemaran industri. Setiap kali muncul gejala fisik ringan (seperti batuk atau bau air sumur yang berubah), tingkat stres warga langsung melonjak

‎Depresi dan Penurunan Kesejahteraan Mental: Polusi lingkungan yang buruk (baik air maupun bau menyengat dari limbah B3) berkorelasi langsung pada peningkatan tingkat depresi ringan hingga parah di kalangan warga terdampak

‎Konflik Batin dan Gegar Budaya: Perubahan kawasan Gresik dari “Kota Santri” yang sarat ruang sosial alami menjadi kawasan industri padat menciptakan tekanan psikologis tersendiri akibat hilangnya ruang terbuka hijau dan tempat interaksi sosial yang sehat.

‎Secara keseluruhan, Telaga Ngipik yang sempat dioptimalkan menjadi ruang wisata dan area pemancingan kini membayangi masyarakat dengan ancaman ganda: penurunan kualitas kesehatan fisik secara perlahan serta tekanan mental yang mengikis kesejahteraan psikis warga sehari-hari.

‎Catatan Redaksi:

Studi akademis dan riset lingkungan mengenai Telaga Ngipik, Kebomas, Gresik telah banyak dilakukan oleh berbagai universitas dan peneliti independen. Karena lokasinya yang unik—bekas galian tambang tanah liat yang dikepung kawasan industri dan berdekatan dengan TPA Sampah Ngipik—telaga ini menjadi objek vital untuk menguji tingkat pencemaran lingkungan, rembesan air lindi (leachate), hingga dampaknya ke masyarakat

‎Institusi Universitas & Peneliti Akademis

‎• Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin (STTQ) / Universitas Qomaruddin Gresik

‎• Peneliti: Ummu Aliyah, Mohammad Hariyadi, dan Prihadi.

‎• Fokus Riset: Meneliti Logam Berat Kadmium (Cd) di air telaga dan rantai makanan (ikan), serta menganalisis persepsi psikologis dan tingkat kecemasan masyarakat sekitar terhadap ancaman kesehatan

‎Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya• Peneliti: Khairul Yadi dkk., serta Prihadi & Wahyono Hadi.

‎• Fokus Riset: Menggunakan metode geofisika (Inversi VLF-EM) untuk mendeteksi persebaran air lindi (racun sampah) dari TPA Ngipik yang merembes ke bawah tanah menuju arah Telaga Ngipik. Mereka juga merumuskan strategi teknis untuk pemulihan kualitas air telaga

‎Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik• Peneliti: Anysah Rahmadini & Nurul Hamidah Suwandevi (di bawah pengawasan Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik).

‎• Fokus Riset: Rutin melakukan pemantauan kualitas badan air Telaga Ngipik dengan parameter kimiawi ketat, meliputi uji kadar COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solids), Klorida, dan Krom Heksavalen (Cr⁶⁺).

‎Universitas Gresik (Unigres)• Fokus Riset: Publikasi berkala pada Jurnal Wahana Teknik yang memantau fluktuasi volume dan daya tampung air Telaga Ngipik dari musim hujan ke kemarau di tengah tekanan polusi industri

‎Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) & Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya• Fokus Riset: Kajian dari sisi tata kota dan arsitektur lanskap (Biophilic Architecture). Riset-riset ini mencari solusi fisik alternatif untuk meredesain kawasan wisata Telaga Ngipik agar memiliki sistem filter alam terpadu guna meminimalkan efek kontaminan bagi pengunjung.

‎‎Lembaga Independen & Kedinasan Lingkungan

‎• UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan DLH Kabupaten Gresik

‎• Lembaga milik pemerintah daerah ini bertindak sebagai basis pengujian independen tempat para akademisi memvalidasi sampel air. Riset internal mereka berfokus pada pemantauan zat terlarut merugikan seperti Kobal (Co) dan Mangan (Mn) terlarut, serta tingginya kadar Nitrat (mencapai 0,5 ppm) yang menyebabkan masalah eutrofikasi (ledakan enceng gondok/alga pembusuk air).

‎Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation)• Meskipun fokus utama mereka mencakup seluruh ekosistem Sungai Brantas dan kawasan hilir perairan Gresik-Surabaya, lembaga swadaya masyarakat (LSM) independen ini aktif mengadvokasi isu polusi mikroplastik dan limbah B3 cair pada ceruk-ceruk air kritis di area industri Kebomas dan Manyar, termasuk daerah penyangga di sekitar Ngipik.

‎Berikut adalah penulisan daftar pustaka yang valid untuk jurnal-jurnal ilmiah mengenai Telaga Ngipik, Gresik dalam dua format sitasi yang paling sering digunakan secara akademis, yaitu APA Style (7th Edition) dan Harvard Style.

‎Riset Dampak Sosial & Kadmium (STT Qomaruddin / ITATS)

‎• Fokus: Analisis persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pencemaran logam berat Kadmium (Cd) di Telaga Ngipik.

‎Karena bagian ini memuat daftar pustaka lengkap dengan format sitasi spesifik (APA dan Harvard) dari berbagai sumber riset mengenai Telaga Ngipik (mulai dari rembesan air lindi TPA, pemulihan kualitas air, uji laboratorium kimia DLH, hingga tata ruang dan lanskap), Anda dapat menemukan rincian lengkap format APA 7th Edition dan Harvard Style pada referensi berikut:

‎‎• Riset Kadmium oleh Aliyah et al. (2019) https://ejurnal.itats.ac.id/sntekpan/article/view/617

‎• Riset Geofisika Air Lindi oleh Yadi et al. (2017) doi.org

‎• Riset Pemulihan Kualitas Air oleh Prihadi & Hadi (2018) pada Prosiding RALC ITB.

‎• Riset Uji Laboratorium Kimia DLH oleh Rahmadini & Suwandevi (2022) https://repository.uisi.ac.id/2831/

‎• Riset Tata Ruang & Lanskap oleh Prihadi & Hadi (2026) researchgate.net

‎Pembahasan mengenai pencemaran Telaga Ngipik mencakup korelasi antara paparan polutan dan dampak psikologis sosial (Aliyah et al., 2019), migrasi air lindi dari TPA yang terdeteksi hingga kedalaman 15 meter (Yadi et al., 2017), serta pemantauan parameter kimia air seperti Krom Heksavalen dan COD (Rahmadini & Suwandevi, 2022). Variabel data spesifik yang diidentifikasi meliputi akumulasi Kadmium (Cd), nilai resistivitas rendah 1,6–2,5 \(\Omega\cdot\)m, serta parameter uji laboratorium lingkungan telah di lakukan lebih mendalam. Redaksi

‎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *